Senin, 06-02-2023
  • Mencetak Generasi Qurani Yang Faqih, Berakhlakul Karimah dan Berwawasan Global

Santri Pesantren Dar Faqih Qurani Melaksanakan Shalat Dhuha di sela waktu istirahat belajar.

Diterbitkan : - Kategori : Pendidikan / Pesantren

Humas DFQ – Santri pesantren Dar Faqih Qurani melaksanakan shalat sunnah dhuha secara berjamaah dilakukan secara rutin di sela waktu istirahat belajar. Rabu (27/10).

Abu Doktor H. Awwaluz Zikri, Lc.MA dalam tulisannya di website Konsultasifiqih.com menerangkan “shalat dhuha merupakan salah satu dari tiga hal yang diwasiatkan oleh Rasulullah saw kepada Abu Darda’ Ra. Dua lainnya adalah shalat witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari pada setiap bulan yaitu puasa ayyam bidh (13,14 dan 15 setiap bulan hijriah) (H.R.Muslim)

Dan ketiga wasiat ini pula yang didapatkan oleh Abu Hurairah Ra dalam riwayat Al-Bukhari.

Diantara keutamaan shalat dhuha adalah ia dapat menggantikan sedekah sebanyak 360 kali sedekah.

Dari Abu Dzar RA Nabi Saw Bersabda “pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah, setiap bacaan tasbih (Subhanallah) bernilai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bernilai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaa ha illallah) bernilai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu Akbar) Juga bernilai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Dan ini semua bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat ( HR. Muslim).

Persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian Aisyah pernah menyebutkan sabda nabi saw “sesungguhnya setiap manusia keturunan adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian ( HR Muslim).

Terlalu banyak keutamaan shalat dhuha diantaranya juga akan di cukupi (dimudahkan) urusan di akhir siang.

Dari Nu’am Bin Hammar Al Ghathfaniy, Beliau mendengar Rasulullah Saw Bersabda “Allah ta’ala berfirman, Wahai anak adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal siang (Dhuha) Maka itu akan mencukupimu diakhir siang. (HR. Ahmad, Abu Daud Dan At – Tarmidzi).

Setiap kita perlu melaksanakan shalat dhuha ini, sebagai seorang pelajar, santri, dosen, pedagang, bisnisman, dan lainnya. Begitu yang disampaikan oleh Abu Doktor H.Awwaluz Zikri, Lc.MA dalam tulisannya di website konsultasifiqih.com

Shalat dhuha secara berjamaah sudah diterapkan di pesantren Dar Faqih Qurani dan dilaksanakan secara rutin, disela waktu istirahat santri belajar di kelas. (Humas DFQ)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan